Powered By Blogger

Jumat, 29 Juli 2011

Segumpal sayat


Kau menyapa aku
Ketika aku terpekuk membisu
Kau melihat aku
Ketika aku dicungkili bola mata
Kau menyentuh aku
Ketika kulit ini tlah diguliti
Orang-orang memperkosa hakku
Hak seorang jelata sekarang batu

Aku disapa apa saja semau mereka
Bila diinginkan itu,itulah sapaanku
Hati memang senantiasa memberontak
Membungkam kegigilan nurani
Mengunyah kata cercaan lalu disemburkan

Luka-luka hak mulai menyembuh
Sayang……meninggalkan borok
Nanah-nanah meludah setiap saat
Lalatpun mendapat berkah berlimpah
Aku sungguh diperkosa….
Dirajam….dibelenggu…….

Ocehan tong……


Kamu mengoceh tentang keadilan,menumu juga tentang keadilan
Bertopeng wajah keadilan,dianggap suci mengoarkan nyanyian keadilan
Seruan dan aspirasi kami kau tampung
Setelah itu ke mana? Mana realisasinya?
Tempat sampah menanti dengan manis inspirasi kami kau campahkan

Kami meneriakan keadilan
Kau menendang kami dari belakang,kami bungkam
Kau semakin lincah memainkan politik busuk
Kami terpaksa tak tau harus berbuat apa

Kau memilih ini teman….ini bukan
Kau melihat ini sanak…..ini bukan
Habis…kami kau tempatkan di mana?
Kami bukan teman,kami bukan sanak….
Kami hanya manusia pendamba keadilan
Menyuarakan kedilan di tengah panas terik
Memeluk keadilan di malam gelap
Memberikan ciuman keadilan kepada semua orang
Tanpa bertanya……kau teman? Kau sanak?
                                                     Kamis,28 september 2006