Derita Angan
Aku pernah menantimu
Di saat engkau menjadi rembulan
Di kala diri menantikan malam
Sebab jenuh akan teriknya siang
Engkau begitu kunanti
Sampai diri lupa
Mana rembulan…..mana matahari
Kegusaran menyentilku sadar datangnya hari baru
Penuh dangkalnya kebahagiaan
Dirimu menjadi sebuah ketergantungan
Sakau mencengkram samar bayang
Lupa diri….lupa tujuan…ketakutan datang
Paranoid bungkusan hati….
Masih bisakah engkau menyiksa
Di saat tertinggal helaan nafas akhir
Di saat diri di ujung kematian rasa
Bisakah engkau sekedar menanyakan
Sebuah pertanyaan yang kau lihat
Di belahan hati yang penuh belatung mimpi
(mimpi siang,3 maret 09)
