Powered By Blogger

Selasa, 22 Maret 2011

RENUNGAN BIBIR BUSUK

                  
                     Siang terik mengutuk bumi menjadi kering kerontang, hampir sirna tanda-tanda kehidupan . Aku duduk di depan kostku sambil menikmati kopi hangat yang bertambah nikmat seiring mengalirnya kafein bersama iringan lagu yang menguapkan  kata-kata penyesalan karena dusta dan janji. Hidup ini semakin kerdil , seperti rumput-rumput yang senantiasa dicumbui terik . Aku mulai membuka dan membedah majalah Genie yang beritanya tergolong basi , sekitar perselingkuhan , broken home , sampai soal keanehan-keanehan abad ini seperti pria yang gemar memakai bra dan underwear wanita.
Busssyeeet……… jaman sial  !!!!!! Semuanya sudah terjun bebas dan jungkir balik. Pantas saja bumi juga mengutuki.
                  Sampai saat ini saja , sejak pagi sudah empat peristiwa yang tergolong basi seperti di majalah tadi . Ada seorang wanita yang menarik suaminya dari panti pijat , ada suami yang mendapati istrinya bekerja di  panti pijat dan satu yang paling fantastic tapi tetap basi , sepasang kekasih bergulat di atas bangku taman , tapi eh………setelah itu malah sang cowok ditampar pake sepatu . Mau tau kenapa ? Dari apa yang kudengar , waktu bergulat , si cewe teringat cowoknya yang sedang bergulat dengan wanita lain . sial……… nikmat dulu baru terkenang .
                  Pantas saja sekarang orang mulai mendewakan bibir . majalah yang kupegang ini saja berkover bibir yang terpampang kian besarnya . bibir….bibir….dusta……dusta kapan aku tidak melihat semua orang berkelahi hanya karena bibir , eh dusta . Aku segera menghabiskan kopiku yang sudah mulai dingin dan sial tersisa ampas di bibirku .

5 komentar: